Peningkatan ini dikarenakan selama pandemi covid-19 dan di Tahun 2021 Polri sangat mengurangi penindakan pelanggaran menggunakan tilang dan hanya menggunakan blangko teguran saja. Baru di Tahun 2022 Polri kembali menggunakan blangko tilang.
Sementara kasus kecelakaan lalu lintas tahun 2021 juga 0 kejadian dan tahun 2022 ada 2 kejadian dengan satu orang meninggal dunia, tiga 3 orang luka berat, dua orang luka ringan sementara kerugian materiil tahun lalu sebesar Rp17 juta.
Hal ini diungkapkan Kapolres Kukar, AKBP Hari Rosena saat menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Mahakam 2023 di Mako Polres Kukar Selasa (7/2/2023)) hari ini yang diikuti stakeholder terkait yakni Kodim 0906/KKR, Dishub dan BPBD Kutai Kartanegara.
"Dari data itu dapat disimpulkan terjadi peningkatan pada angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas namun hal tersebut bukan semata-mata disebabkan faktor tingkat budaya disiplin dan kepatuhan para pengguna jalan namun lebih dikarenakan cara bertindak Polri yang diterapkan selama pada masa pandemi berbeda dengan pada saat situasi normal,” kata Hari kepada Korankaltim.com.
“Pada pelaksanaan operasi keselamatan Mahakam tahun 2023 kali ini ada 12 pelanggaran prioritas yang menjadi sasaran operasi adalah masyarakat yang melanggar lalu lintas," imbuhnya.
Untuk Operasi Keselamatan Mahakam tahun ini Hari menekankan anggotanya untuk meningkatkan langkah dan upaya nyata efektif, mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif yang persuasif serta humanis untuk meningkatkan budaya disiplin dan kepatuhan pengguna jalan sehingga dapat meminimalisir terjadinya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas karena sebagian besar kecelakaan lalu lintas pasti diawali dari pelanggaran lalu lintas.
“Operasi Keselamatan Mahakam tahun 2023 diharapkan dapat meningkatkan budaya disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas yang akan berdampak pada menurunnya angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas dengan tetap mendukung upaya pemerintah dalam rangka penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional," ucap Hari.
Semua pihak secara bersama-sama punya kewajiban membina dan memberi kesadaran berlalu lintas untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. "Operas Keselamatan Mahakam 2023 digelar selama 14 hari dan diharapkan berjalan optimal sesuai dengan tujuan dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan," pungkas Hari.
Editor: Aspian Nur