Terkait hal ini, Bupati H Edi Damansyah menjelaskan penanganan cepat terhadap stunting bisa dilakukan yang satu diantaranya dengan keterlibatan pejabat tinggi daerah yang melakukan pendampingan terhadap masyarakat atau warga yang menderita stunting.
"Kami sudah sepakat menetapkan kebijakan pendampingan atau istilah bapak asuh itu mulai dari saya sebagai bupati, wakil bupati, sekretaris daerah, para asisten, kepala dinas para perangkat daerah hingga camat. Semua wajib hukumnya untuk melakukan pendampingan jadi bapak asuh untuk anak-anak stunting yang berada di wilayah kecamatan kelurahan dan desa," papar Edi saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Senin (6/2/2023).
Rincian para pejabat tinggi daerah yang diwajibkan melakukan pendampingan selaku bapak asuh juga sudah dibuat. "Bupati dan wakil bupati masing-masing 10 orang melakukan pendampingan memberikan bantuan untuk enam bulan pertama, dikoordinir Sekda yang ditetapkan dalam surat keputusan sehingga mampu mendampingi 10 orang dan camat nanti turun sedikit (jumlah warga yang diberikan pendampingan,) menyesuaikan dengan kondisi data stunting yang ada di wilayah masing-masing,” kata Edy lagi.
“Tidak menutup kemungkinan pengawas dan pejabat operator juga ambil bagian sehingga gerakan ini bersama-sama untuk membantu berkaitan dengan asupannya ini yang selama 6 bulan perlu ditetapkan juga akan digiatkan," imbuhnya.
Untuk asupan ini harus sesuai dengan hasil kajian dari tim teknis kesehatan yang diketuai langsung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara.
"Kami juga mengajak Forkompinda terlibat, misalnya Ketua DPRD, Dandim, Kapolres dan Kejaksaan semua 10 orang, nanti dilakukan gerakan ini secara bersama-sama, jadi kami persiapkan dengan baik sehingga ada langkah-langkah konkret. Saya sudah bahas ini dengan Forum TJSP (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan), mereka sudah membuka diri dan bersedia," ungkap Edi.
Pemkab menetapkan langkah-langkah kerja-nya terutama yang berkaitan dengan data sebaran stunting yang ada di 193 desa 44 kelurahan, 20 kecamatan. "Datanya harus akurat di lapangan sehingga nanti upaya pendampingan ini bisa tepat sasaran dan tepat arah," pungkas Edi.
Editor: Aspian Nur