Pria berusia 62 tahun warga Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara itu ditemukan sudah tak bernyawa di dalam kabin mobil alat berat yang berada di lokasi tambang PT Indomining, Kelurahan Sangasanga Dalam.
"Iya, almarhum ditemukan sekitar jam delapan pagi tadi di dalam eksavator jenis Kobelco," kata Kapolsek Sanga Sanga, AKP Darwis Yusuf saat dihubungi Korankaltim.com.
Supandri ditemukan temannya sendiri bernama Sujarwanto saat mendatangi alat berat tersebut untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM).
Sujarwanto saat tiba di alat berat tersebut melihat almarhum dalam posisi tertidur dan memanggil untuk membangunkan. Hanya saja setelah dipanggil beberapa kali dipanggil, Supandri tak bereaksi.
"Karena curiga temanya mencoba memegang dan menggoyang-goyangkan badan almarhum sambil memanggil namanya tetapi temannya itu masih tetap diam tak bergerak," sebut Darwis lagi.
Sujarwanto pun berusaha mencari tahu kondisi temannya masih bernapas atau tidak dan setelahnya memberikan informasi kepada rekannya yang lain serta melaporkan kejadian ke Polsek Sangasanga.
"Kami langsung mendatangi lokasi, memeriksa saksi-saksi dan berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk bisa dilakukan pemeriksaan terhadap almarhum," ucap Darwis.
Dari pemeriksaan fisik tim medis Puskesmas Sangasanga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum Supandri dan keterangan yang didapat kepolisian dari keluarga almarhum. Supandri sudah tiga hari terakhir sakit asam urat dan lambung akut yang sudah parah dan sering mengeluh sakit perut.
"Awalnya kami ingin melakukan visum tapi dari pihak keluarga menolak. Mereka menerima atas kejadian meninggalnya almarhum sehingga jenazah kita serahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan," tutup Darwis.
Editor: Aspian Nur