Kepala Dinsos Kukar, H Hamly mengatakan, penyerahan bantuan oven produksi untuk usaha pembuatan kue bagi kelompok WRSE ini diserahkan tidak hanya di Kecamatan Sangasanga saja, namun juga diberikan ke seluruh kecamatan yang di dalamnya terdapat WRSE sesuai pendataan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Untuk menanggulangi dampak inflasi dari dinas sosial salah satunya adalah dengan memberikan bantuan oven produksi untuk empat kelompok wanita di Sangasanga, Alhamdulillah mereka sudah bisa mengoperasikannya," kata Hamly kepada korankaltim.com, Senin (23/1/2023).
Hamly menegaskan bantuan yang diberikan ini bisa saja bertambah dengan integrasi dan koordinasi dinsos bersama perangkat daerah lainnya, sehingga apa yang dilakukan para kelompok WRSE didalam mengembangkan usahanya bisa terus tumbuh dan berkembang.
"Harapan bupati itu bisa dikembangkan oleh kelompok itu dan kalau memang perlu bantuan tambahan lagi untuk berkembang, maka dipantau langsung Dinsos serta bisa melibatkan dinas perindag, dinas koperasi UKM untuk menambah modal dan menambah ilmu pemasarannya dengan memberikan pelatihan," ungkapnya.
Hamly menegaskan Dinsos memastikan bantuan penyerahan oven produksi beserta mixer dan blender ini tepat sasaran, karena kelompok wanita ini adalah benar-benar merupakan para pejuang keluarga dan penopang perekonomian bagi masing-masing keluarganya.
"Kepedulian kita untuk penanggulangan kemiskinan yakni mengawali untuk kelompok wanita rawan sosial ekonomi, rata-rata mereka itu janda, jadi tepat sasaran karena suami dan penopang untuk kebutuhan ekonominya sudah tidak ada, untuk masing-masing kelompok mendapatkan satu unit oven produksi, dan jumlah WRSE di masing-masing kelompok itu jumlah anggotanya bervariasi, ada yang delapan orang, sepuluh orang bervariasi jumlahnya," demikian Hamly.
Sebagai informasi, WRSE merupakan wanita dewasa yang berusia lebih dari 15 tahun keatas baik, belum menikah, sudah menikah atau janda, yang berpenghasilan namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dan wanita tersebut merupakan kepala rumah tangga, kondisi tersebut tentunya tidak terlepas dari pendidikan yang pernah ditempuh, karena pendidikan sangat mempengaruhi pola pikir setiap individu. Tuntutan ekonomi yang berat mendorong perempuan untuk mencari nafkah demi kesejahteraannya, berbagai motivasi perempuan bekerja, yaitu suami tidak memiliki penghasilan yang cukup sehingga mengakibatkan rendahnya pendapatan rumah tangga, sedangkan tanggungan cukup berat pada keluarganya, sehingga perempuan akan bekerja untuk mencari uang sendiri untuk menafkahi seluruh anggota keluarganya.
Editor: Rusdianto