Kejadian ini bermula pada Jumat siang, sekira pukul 14.00 WITA. Saat itu, kakak dari balita malang berinisial MS yakni J yang berusia 13 tahun tengah berada di dalam rumah, membuka pintu depan rumah mereka.
Rupanya, tempat tinggal mereka berada persis di depan sebuah parit yang posisinya tepat di bawah bagian depan rumah. J yang semula berniat memastikan apakah hujan sudah reda, dikejutkan dengan bunyi seperti orang terjatuh.
Remaja itu itu bergegas masuk ke kamar sang ibu, guna memastikan keberadaan sang adik. Tapi, setelah mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan, J tak menemukan MS adiknya itu. Ia lalu berisiatif mencari MS ke ruangan lain di sekitar rumah. Sayang, usaha itu sia-sia.
Di tengah kebingungnan itu, J tiba-tiba mendengar suara teriakan dari arah depan rumah. Rupanya, seseorang yang diketahui adalah kakek dari MS dan J sudah menemukan cucunya itu tergeletak di dasar parit yang berjarak kira-kira 200 meter dari rumah.
Kronologi ini, sebagaimana dijelaskan Kapolsek Loa Janan, Iptu Aksarudin Adam kepada Korankaltim.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat petang.
Masih menurut Iptu Aksarudin, setelah ditemukan MS langsung dibawa ke Rumah Sakit I.A Moeis Samarinda. Namun, balita malang itu sudah tidak dapat tertolong lagi dan dinyatakan telah meninggal dunia.
"Memang sebelum kejadian hujan sangat lebat hampir dua jam lamanya sehingga arus air parit pun sangat deras," tambah Iptu Aksarudin Adam.
Jenazah MS pun langsung dibawa kembali ke rumah duka setelah sebelumnya menandatangani persetujuan untuk tidak dilakukan proses autopsi. "Jenazah sudah dibawa oleh pihak keluarganya," tutup Iptu Aksarudin.
Penulis: M. Yasin Handayan
Editor: Rusdi