Diketahui Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) merupakan aplikasi resmi dari pemerintah yang digunakan untuk alat bantu yang berbasis sistem informasi dengan tujuan memudahkan pemerintah desa dalam melakukan pengelolaan keuangan, sementara masih banyak desa di Kutai Kartanegara yang belum mengimplementasikan Siskeudes dan berbagai aplikasi online untuk pengelolaan keuangan desa.
“Pertama ke Kecamatan Marangkayu, Muara Badak, Anggana, Loa Kulu dan Tenggarong kami gabung karena dua desa saja yang Tenggarong, kemudian Loa Janan dan Samboja juga gabung kegiatannya, lanjut kami ke Kota Bangun, Muara Kaman, Tenggarong Seberang dan Sebulu,” kata Kepala DPMPD Kutai Kartanegara Arianto kepada Korankaltim.com, Kamis (19/1/2023) pagi ini.
Teknis pendampingan ini untuk setiap kegiatan dikumpulkan disuatu tempat pertemuan umum dan dilakukan pendampingan selama satu hari sampai bisa. Dari perwakilan desa dihadiri kepala desa, sekretaris desa dan kepala urusan keuangan. “Kami dampingi sampai mereka bisa menggunakan aplikasi Siskeudes, jadi langsung mereka menginput data-datanya,” sebutnya lagi.
Mantan Camat Muara Wis ini berharap dengan dilakukan pendampingan ini apparat desa lebih bisa menggunakan aplikasi untuk tata kelola keuangan desa yang sudah dibuat oleh pemerintah pusat.
“Jadi mereka lebih familiar menggunakan karena kami sudah mewajibkan pengelolaan keuangan desa harus menggunakan online. Harapan kami desa itu bisa dan terbiasa mengoperasionalkan Siskeudes dan desa jadi lebih dipermudah lagi karena tidak harus ke Ibukota Kabupaten lagi untuk hanya proses pencairan dana dan semacamnya,” harapnya.
Pendampingan akan terus berlanjut, rencananya Senin (23/1/2023) pekan depan Tim DPMPD ke Kecamatan Muara Muntai kemudian ke Muara Wis, Kenohan dan Kembang Janggut. “Untuk Tabang sudah kami kumpulkan di Tenggarong, jadi sudah diberikan pendampingan,” pungkas Arianto.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur