"Secara keseluruhan, kita sudah melampaui target capaian hingga akhir bulan Desember kemarin. Dari target Rp305 miliar, realisasinya berjumlah Rp360 miliar atau sekitar 117 persen," ungkap Mulia Pardosi.
Dijelaskannya bahwa UPTD PPRD wilayah Kukar ini menangani tiga jenis pajak, yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan Air Permukaan (AP). Dari ketiga jenis pajak tersebut, hanya pajak AP yang tidak memenuhi target.
"Ya karena untuk AP ini nilai pajaknya juga kecil, selain itu memang dihadapkan dengan beberapa kendala. Salah satunya dengan letak geografis wilayah Kukar yang sangat luas," tambahnya.
Meskipun dihadapkan beberapa kendala namun hal ini tidak menyurutkan upaya dalam penarikan pajak AP ini. Terbukti, dari target Rp2,4 miliar, realisasi penerimaannya mencapai Rp2 miliar atau sekitar 85,5 persen.
"Biar bagaimanapun juga, kita kedepannya akan tetap melakukan dengan semaksimal mungkin. Sebab, pajak ini juga yang akan digunakan untuk pembangunan terutama nya di Kaltim dan secara khususnya di Kukar," tambahnya.
Adapun untuk penerimaan dari jenis pajak PKB berhasil terealisasi sebesar Rp166 miliar dari target Rp143 miliar atau sekitar 116 persen. Sedangkan penerimaan dari jenis pajak BBNKB sebesar Rp191 miliar dari targetnya sebesar Rp160 miliar atau sekitar 119 persen.
Penulis: */M. Yasin Handayan
Editor: Rusdi