Bupati Kukar H Edi Damansyah memimpin rapat pengesahan ini didampingi Sekretaris Daerah Sunggono, sedangkan dari Perumda Tirta Mahakam dihadiri langsung Direktur Utama (Dirut) Suparno, Direktur Umum (Dirum) Mohamad Aji, Direktur Teknik (Dirtek) Sutrisno dan karyawan Perumda Tirta Mahakam.
Menyikapi hasil rapat pengesahan RKA ini, Suparno didampingi Mohamad Aji mengatakan dari berbagai rangkaian rapat koordinasi terhadap pembahasan RKA di tahun 2023 ada 9 tahapan yang sudah dilalui.
“Harapannya yang pertama di dalam pelaksanaan RKP (Rencana Kerja Perusahaan) di tahun 2023 ini pesan dari bupati harus konsisten di dalam apa yang sudah dianggarkan itulah yang akan ditindaklanjuti, jangan sampai nanti apa yang sudah menjadi pembahasan nanti dalam pelaksanaannya lain lagi jangan sampai hal tersebut terjadi,” kata Suparno kepada korankaltim.com, Senin (16/1/2023).
Ada dua hal penting yang menjadi catatan baik oleh pemilik modal maupun oleh dewan pengawas. bupati dan dewan pengawas menitikberatkan terhadap adanya penurunan tingkat kebocoran. “Karena dinilai tingkat kebocoran masih relatif tinggi sehingga untuk meningkatkan pendapatan maka harus diturunkan tingkat kebocoran, kemudian catatan yang ketiganya yaitu terhadap tingkat efisiensi. Sehingga kami selaku insan Perumda Tirta Mahakam harus melakukan efisiensi, biaya-biaya yang tidak terlalu urgent di dalam pelaksanaan penyelenggaraan RKP di 2023 nanti seyogyanya itu harus bisa diminimalisir,” ungkapnya.
Sehingga tingkat efisiensi yang dimaksudkan bisa terlaksana dengan baik dan apa yang menjadi target utama di tahun 2023 ini harus betul-betul bisa menurunkan angka kebocoran, bisa melakukan efisiensi sehingga mampu mendongkrak pendapatan di tahun 2023.
Meskipun dalam segi pendapatan bukan menjadi prioritas kalau untuk di Perumda Tirta Mahakam karena sifatnya bergerak di pelayanan publik, namun tetap menjadi perhatian juga, karena setidaknya Perumda Tirta Mahakam juga mampu memberikan deviden untuk daerah. “Memang kami ini dua fungsi, di satu sisi juga orientasinya sosial tapi di sisi lain juga harus orientasi bisnis, nah di sini kami harus bisa mengemas dengan baik agar bagaimana pelayanan air bersih kepada masyarakat Kutai Kartanegara secara keseluruhan itu bisa terlayani dengan baik,” pungkas Suparno.
Penulis: */Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur