“Satu bulan ini kami fokus pada pembenahan dan penataan sambil mengevaluasi bisnis yang selama ini sedang berjalan, sembari menyiapkan rencana bisnis berikut pengembangannya untuk tahun 2023. Kita sudah rancang RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) 2023, mudah-mudahan dapat disetujui dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham),” kata Efri kepada korankaltim.com.
Ketika ditanya bisnis apa yang akan dilakukan di 2023, Efri menjelaskan bahwa pihaknya akan kembali ke core bisnis yang telah ditetapkan dalam Perda yaitu bisnis hulu dan hilir Migas.
“Kita sudah rancang apa yang akan kita lakukan lima tahun kedepan, visi kita 2027 MGRM menjadi perseroda terbaik di Kaltim, baik terbaik dalam pengelolaan maupun terbaik dalam hal sumbangsih pendapatan ke daerah,” jelasnya.
Jadi arah bisnis PT MGRM masih diseputaran migas baik sebagai supplier, transporter maupun distributor Migas beserta turunannya. “Kajian bisnis sudah kami susun dan analisis, jadi kami optimis 2023 kinerja MGRM akan positif,” terangnya.
Mengenai target PAD yang akan disetorkan, Efri menjelaskan peluang itu ada dan saat ini pihaknya sedang mengarah kesana. Hanya semua butuh proses untuk dibenahi secara perlahan dan bertahap.
“Insya Allah kita akan berikan PAD ke Pemkab Kukar, hanya kita harus realistis bahwa semua yang kita rencanakan butuh dukungan baik aspek permodalan maupun dukungan kebijakan. Kuncinya ada di trust (keperrcayaan, red) baik dari shareholder maupun stakeholder, ini yang sedang kita rintis lagi. Kalau sudah terbangun, apa yang kita cita-citakan pasti tercapai,” demikian Efri.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi