Teralirinya listrik selama sehari semalam di Desa Melintang dan Tanjung Batuq karena Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) melanjutkan program Terang Kampongku yang dibuat untuk menuntaskan pemenuhan kebutuhan listrik bagi beberapa wilayah khususnya desa yang belum terjamah listrik 24 jam.
"Tahun 2023 ini kembali dilanjutkan agar 17 desa yang masih belum teraliri listrik di Kutai Kartanegara bisa segera terpenuhi," kata Kepala DPMD Kutai Kartanegara Arianto kepada Korankaltim.com Selasa (10/1/2023) sore tadi.
"Bahkan dari koordinasi kami dengan camat Muara Muntai, tiang PLN ini sudah berdiri. Jadi hanya tinggal finishing saja lagi," imbuhnya.
Dalam program ini ada dua langkah atau cara yang digunakan, yang pertama melalui kebijakan daerah dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal dan yang kedua memenuhi kebutuhan listrik melalui jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN).
"Untuk pembangunan PLTS Komunal dikerjakan DPMD tapi kalau jaringan PLN dari Dishub (Dinas Perhubungan) Kukar yang mengkoordinirnya," sebut Arianto.
Upaya pemenuhan kebutuhan listrik ini dilakukan secara bersama-sama antar dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut dimana dari hasil koordinasi yang dilakukan, pada tahun 2023 ini akan ada dua desa yang dialiri listrik dari jaringan PLN.
"Dua desa sudah dibangun jaringan PLN, itu kabar yang kami terima dari Dishub. Setelah konsultasi dan koordinasi Dishub dengan camat kepada pihak PLN, tahun ini dua desa dibangun jaringan PLN yaitu Desa Melintang dan Tanjung Batuq," pungkas Arianto.
Penulis: M Yasin Handayan
Editor: Aspian Nur