Didampingi Kasubag Humas Haisandi, Suparno menjelaskan, percepatan pemenuhan kebutuhan air bersih setiap tahunnya menjadi konsentrasi Perumda Tirta Mahakam bersinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diantaranya Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Pekerjaan Umum (PU) juga Dinas Kesehatan (Dinkes) serta perangkat daerah yang lain.
"Konsen kami tahun ini pelayanan air bersih di 193 desa dan 44 kelurahan karena keinginan dari bupati, tahun 2024 mendatang semua kelurahan dan desa bisa mengakses air bersih," ujar Suparno.
Di Kutai Kartanegara masih ada sekitar 31 desa yang keperluan air bersihnya bakal dipenuhi. "Upayanya akan dilakukan dari berbagai sumber dana, diantaranya pembangunan air bersih melalui Pamsimas (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) di desa yang belum ada, dilakukan jika memang bagi desa-desa yang tidak mungkin dilayani melalui PDAM," ujar Suparno lagi.
Perumda Tirta Mahakam juga akan mengoptimalkan kegiatan pemenuhan kebutuhan air bersih dengan sumber dana dari tanggungjawab sosial perusahaan.
"Contohnya Desa Mulawarman sudah mendapat bantuan perusahaan, kemudian Desa Ritan Baru dan Tukung Ritan juga ada. . Tentu ini menjadi pemicu bagi perusahaan lainnya agar juga berkontribusi untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kutai Kartanegara," tutup Suparno.
Penulis: */Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur