“Ini tahap awal gotong royong yang kita laksanakan, meski baru dimulai tapi ini bisa sedikit mengatasi masalah banjir di sini,” kata ketua FKS Kukar, Abrianto Amin saat ditemui Koran Kaltim.
Menurutnya, banjir yang terjadi di daerah Rapak Mahang, Kelurahan Timbau ini karena dampak buntunya parit yang dipenuhi sampah hingga sedimen tanah, pasir dan lumpur. “Sudah tiga truk yang mengangkut tanah,” bebernya.
Kerja bakti ini, kata dia, merupakan gotong royong lintas OPD dan ormas untuk menjaga lingkungan. Ke depan, agenda seperti ini akan rutin dilaksanakan setiap Jumat pagi.
Ia pun mengimbau warga untuk tetap menjaga lingkungan, terutama parit-parit. Jika ada parit buntu, warga diminta berperan aktif bergotong royong membersihkan parit tersebut minimal seminggu sekali.
Ketua AMPG Kaltim, Husni Fachruddin mengatakan, AMPG Kaltim dan Kukar sengaja ikut kerja bakti ini untuk menimbulkan empati warga akan lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Apalagi di tengah kondisi defisit anggaran sehingga warga diminta tidak melulu berharap ke pemkab.
“Ke depan, masalah banjir tidak melulu diserahkan ke pemerintah, tapi kita sebagai warga yang berperan aktif membersihkan parit dan sungai sehingga tidak banjir lagi,” terangnya. (ami)