Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian optimis pencabutan PPKM akan memberikan dampak positif di sektor pariwisata.
“Dalam Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2022, Kemenparekraf telah menyampaikan beberapa capaian pariwisata pada tahun 2022 dan target di tahun 2023. Dalam kondisi normal, Kemenpar telah berani menargetkan sekitar 2-3 kali lebih banyak wisatawan mancanegara maupun nusantara pada tahun 2023. Tentu dengan pencabutan PPKM, trend akan semakin bergeliat bahkan melebihi target,” ujar Hetifah kepada Korankaltim.com, Kamis (5/1/2023) hari ini.
Namun Hetifah menilai pelaku pariwisata harus mengambil langkah cerdas agar tidak kehilangan momentum, diantaranya dari aspek standarisasi dan pemasaran digital.
“Tren wisata kini sangat memperhatikan aspek keamanan dan kebersihan sehingga standar CHSE harus diimplementasikan dengan baik. Trend kedua adalah semakin bergantungnya masyarakat terhadap info dari dunia digital. Karenanya, pemasaran paket wisata harus betul-betul memanfaatkan social media,” tambah Hetifah yang sempat menjadi Ketua Panitia Kerja (Panja) Pemulihan Pariwisata DPR RI ini.
Hetifah juga menyoroti pentingnya amenitas dan fasilitas pendukung. “Destinasi wisata akan sulit berkembang tanpa fasilitas dan amenitas yang mendukung contohnya hotel, restoran, tempat ibadah, pusat oleh-oleh, dan transportasi. Tentu wisatawan akan enggan berkunjung jika tidak jelas harus menginap dan makan dimana,” sambungnya.
Hetifah menjadikan wisata di Berau sebagai contoh baik. Baru-baru ini penerbangan ke Kalimarau satu destinasi unggulan di Kaltim sudah bertambah. Selain itu tahun 2023 ini Berau akan menerima anggaran perawatan jalan dari Tanjung Redeb hingga Talisayan. Tentu dukungan ini sangat membantu.
Terakhir, Hetifah ingatkan pentingnya inovasi produk wisata. “Di era persaingan paska Covid-19 ini, inovasi produk-produk wisata harus terus diciptakan agar dapat memenangkan pasar,” tandas politikus Golkar ini.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur