Penanganan kebutuhan listrik ini pun dikatakannya dilakukan lewat PLN dan juga kebijakan lokal dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal hingga tahun 2024.
"Melalui kebijakan lokal pembangunan PLTS, tahun ini akan ada dua unit yakni di desa Kupang Baru dan di Desa Tunjungan tepatnya di Dusun Nangka Bonah Kecamatan Muara Kaman. Ini berasal dari APBD Murni melalui bantuan keuangan khusus desa (BKKD) sebesar Rp 12,2 miliar," jelasnya.
Selain dua unit PLTS yang berasal dari APBD Murni tahun 2023, Arianto pun mengatakan ada kemungkinan nantinya akan ada lagi dibangun PLTS dari APBD Perubahan tahun 2023.
"Kita optimis untuk bisa menyelesaikan 17 desa yang belum teraliri listrik. Baik itu dari jaringan PLN maupun pembangunan PLTS Komunal," ujarnya.
Untuk diketahui, dari 17 desa yang belum teraliri listrik ini, 5 diantaranya sudah dipenuhi dengan kebijakan lokal dengan pembangunan PLTS Komunal.
Yang pertama adalah di Desa Enggelam yang dibangun dua unit kemudian di Desa Tunjungan yang baru-baru ini dibangun satu unit. Serta dua unit lainnya yang dibangun dari bantuan Provinsi, yakni di Desa Menamang Kiri dan di Desa Menamang Kanan.
Penulis: */M. Yasin Handayan
Editor: Rusdi