“Yang dilantik hari ini adalah teman-teman saya, saya harap teman-teman saya ini memahami kenapa kegiatan pelantikan ini dilaksanakan di masjid, dengan harapan ini bisa dimaknai secara mendalam. Mudahan ini bisa dipahami paling tidak saya berharap ada perubahan pola pikir, budaya kerja dan cara kita bertindak terutama ada kontrol kebatinan di bawah landasan spiritual yang baik,” kata Edi.
Edi berharap PT MGRM ini ke depannya bisa terus melakukan hal-hal kebaikan. Karena jika melihat kilas balik perjalanan PT MGRM ini, dari data menunjukkan semua manajemennya gagal dalam hal pengelolaan di semua sektor.
“Bahwa banyak penyertaan modal jangankan hasil kontribusi PAD, ini malah terus banyak membawa persoalan hukum, di perusda ini saya berkesimpulan semuanya gagal. Kenapa gagal faktornya SDM yang menangani tidak profesional tidak berintegritas, dan ini semua berkaitan dengan kejujuran. Ada nuansa politis yang melakukan intervensi di sana. Saya tegaskan di era kami saya tidak akan mengintervensi, justru saya memberikan dukungan dan membuka akses jaringan bagi kawan-kawan perseroda, tinggal teman-teman saja selanjutnya melakukan yang terbaik,” harapnya.
Bupati menerangkan, kenapa pemerintah melakukan kebijakan dari perusda menjadi perseroda, hal ini diharapkan agar bisa dikelola dengan baik, yakni bagaimana mengelola dengan baik perusahaan pemerintah seperti perusahaan swasta murni. Kunci utama dan pertama ialah membangun trust atau kepercayaan.
“Dalam beberapa kesempatan saat saya bertemu dengan rekanan, ketika berbicara perseroda semuanya melihatkan wajah yang pesimis kalau Perseroda yang mengelola, tolong perbaiki kepercayaan ini dan kerja profesional yang baik, harus ada perubahan,” terangnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah