Penyaluran kredit terkesan lambat namun ditegaskannya hal itu terjadi karena ada beberapa proses yang harus dilalui sebelum dilakukan pencairan kepada debitur.
"Karena verifikasinya dari dua lembaga, yakni pihak bank yang juga menerima rekomendasi dari Dinas Koperasi dan UKM terlebih dahulu, tidak langsung diberikan atau disetujui pencairannya karena harus di update lagi oleh dinas terkait mengenai kelengkapan berkasnya," paparnya.
Kelengkapan berkas tersebut mulai dari bentuk usaha dan masih berkegiatan atau tidak meskipun dari data yang ada hampir sama seperti yang sudah diajukan sebelumnya.
"Ada hal yang sangat krusial juga. Ini mengenai data BI checking, sebab kebanyakan pemohon pernah macet saat mengajukan kredit sebelumnya dibeberapa bank lain. Ini yang menjadi perhatian agar jangan sampai program ini nantinya jadi kredit bermasalah," sebut Amuniantoyo.
Program Kredit Kukar Idaman diketahui berasal dari Pemerintah Kabupaten Kukar untuk pelaku usaha khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dimana dalam program ini diberikan kredit pinjaman modal usaha dengan nilai mulai Rp5 juta hingga Rp25 juta, tanpa bunga dan agunan.
"Kami pun berharap ini bisa terus berjalan dengan lancar. Untuk target di tahun 2023 mendatang, sebagai penyalur kita hanya menyesuaikan dari Dinas Koperasi dan UKM. Kalau mereka siap, kita pun siap," tutup Amuniyantoyo.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor: Aspian Nur