Ketua Iwapi Kukar Hj Feti Puja Amelia Rendi Solihin mengatakan, Hari Ibu baru diperingati 22 Desember nanti.
"Hari ini kami memperingati Hari Ibu ke 94 dengan tema Perempuan Hebat, Perempuan Berdaya, Perempuan Bisa, Kutai Kartanegara Jaya," kata Feti kepada korankaltim.com.
Sementara Ketua Panitia Hari Ibu ke 94 IWAPI Kukar Hj Nurul Huda menyebutkan untuk peserta lomba membaca puisi dan fashion show kebaya Nusantara ini diikuti oleh 28 organisasi wanita di Kutai Kartanegara.
"Untuk peserta lomba fashion 15 dan peserta baca puisi 16 orang kami juga mengundang instansi terkait yang berhubungan dengan keperempuanan dan IWAPI. Untuk dewan juri kehormatan dari Ibu Ketua Iwapi yang juga Ibu Wakil Bupati, serta menghadirkan tokoh senior wanita Tenggarong Hj Zulfiah Yong Setia," sebut Nurul.
Nurul memastikan penilaian yang dilakukan untuk lomba fashion dan baca puisi ini sangat obyektif. Selain dihadiri dari 28 organisasi keperempuanan, perayaan hari ibu ini juga dihadiri langsung istri-istri dari pimpinan Forkopimda Kabupaten Kukar.
Dengan suksesnya peringatan hari ibu ini, Iwapi Kukar berharap seluruh peserta dan wanita yang ada di Kukar tanpa terkecuali untuk bisa lebih menghayati perannya sebagai perempuan, sebagai ibu dan sebagai anak yang diharapkan kedepannya bisa lebih menghargai peran sebagai ibu dan kemudian kepada ibu nya sendiri untuk bisa lebih menghargai juga kepada anak-anaknya serta keluarga.
"Mudah-mudahan dengan kegiatan ini ada hikmah yang kita semua dapatkan, kita bisa lebih menghargai ibu dan ayah juga kita bisa lebih sayang dan lebih memperhatikan, jangan sampai ibu atau orang tua yang sudah melahirkan kita dengan darah tangis seperti yang dituangkan dalam puisi memuat bagaimana perjuangan seorang ibu, melahirkan mendidik dan segalanya," paparnya Nurul yang juga Wakil Ketua Iwapi Kukar ini.
"Kami juga memberikan penghargaan kepada tokoh wanita yang memang bisa menginspirasi ibu-ibu di Kabupaten Kutai Kartanegara, ada empat orang tokoh wanita yang hadir pada perayaan Hari Ibu ini," pungkas Nurul.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur