"Hari ini resmi ditutup oleh Basarnas Kaltim, penutupan ini juga telah dikoordinasikan juga terhadap keluarga korban," kata Komandan SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Eko Surya Winata sebagai salah satu unsur yang terlibat pada Kamis (1/12/2022) sore.
Dalam upaya yang dilakukan oleh tim gabungan selama 7 hari ini, dua korban tenggelam yakni Mukhlis dan Hafis berhasil ditemukan pada Senin (28/11/2022) lalu. Sedangkan korban ketiga yakni Rayen yang masih berusia 5 bulan sampai hari terakhir pencarian tidak ditemukan tanda-tanda keberadaanya.
"Masih nihil, sehingga berdasarkan pertimbangan dan evaluasi. Maka operasi pencarian ini dinyatakan selesai dan ditutup. Sehingga seluruh tim dan unsur kembali ke satuannya masing-masing," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, bahwa musibah kapal karam ini terjadi pada Jumat (25/11/2022) sore hari sekitar pukul 17.30 WITA. Satu unit kapal TB. RAHMAT NUR 09 dalam posisi menarik Kapal Tongkang TK. RIMBA RAYA 27 yang bermuatan kayu sengon dengan rute pelayaran dari Jetty PT. SDC Desa Senyiur Kecamatan Muara Ancalong Kabupaten Kutai Timur dengan tujuan ke Jetty PT. Rimba Karya Rayatama (PT. RKR) Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pada saat kapal akan mengarah keluar dari tikungan Sungai Muara Kedang Kepala, kondisi arus sungai sangat deras, sehingga nahkoda menambah kecepatan kapal. Namun, dengan kondisi arus yang sangat deras Kapal TB. RAHMAT NUR 09 tidak mampu menarik Tongkang TK. RIMBA RAYA 27 dan menyebabkan kapal terlipat dan terseret ke arah bawah tongkang dan tenggelam.
Seluruh ABK Kapal TB. RAHMAT NUR 09 sebanyak 7 orang berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dan berenang ke tepi sungai. Muklis (20) nahkoda kapal pun berusaha menyelematkan kedua anaknya yakni Hafis yang berusia 2 tahun dan Rayen yang berusia 5 bulan. Tetapi karena kondisi arus yang sangat deras menyebabkan ketiga korban akhirnya tenggelam.
Penulis: M. Yasin Handayan
Editor: Rusdi