"Kami langsung melakukan koordinasi dan melakukan pencarian bersama tim gabungan lainnya di lokasi kejadian," kata Kepala Pelaksana BPBD Kukar, Fida Hurasani melalui Komandan SAR BPBD Kukar, Eko Surya Winata malam ini.
Upaya pencarian korban yang diketahui berjumlah tiga orang ini dipimpin Basarnas Kaltim yang kemudian membentuk tim penyisiran terdiri dari Ditpolair Polda Kaltim, Koramil Muara Kaman, Polsek Muara Kaman dan keluarga korban.
"Dari upaya penyisiran hingga sore hari tadi, masih belum membuahkan hasil, nihil," tambahnya.
Diketahui sebelumnya musibah kapal karam ini terjadi pada Jumat (25/11/2022) sore hari sekitar pukul 17.30 WITA.
Kapal dengan nama lambung TB. Rahmat Nur 09 dalam posisi menarik Kapal Tongkang TK. Rimba Raya 27 yang bermuatan kayu sengon dengan rute pelayaran dari Jetty PT. SDC Desa Senyiur Kecamatan Muara Ancalong Kabupaten Kutai Timur dengan tujuan ke Jetty PT. Rimba Karya Rayatama (PT. RKR) Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pada saat kapal akan mengarah keluar dari tikungan Sungai Muara Kedang Kepala, kondisi arus sungai sangat deras, sehingga nahkoda menambah kecepatan kapal. Namun dengan kondisi arus yang sangat deras Kapal TB. Rahmat Nur 09 tidak mampu menarik Tongkang TK. Rimba Raya 27, menyebabkan kapal terseret ke arah bawah tongkang dan tenggelam.
Seluruh ABK Kapal TB. Rahmat Nur 09 berjumlah 7 orang berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dan berenang ke tepi sungai. Muklis (20) nahkoda kapal pun berusaha menyelematkan kedua anaknya yakni Hafis yang berusia 2 tahun dan Rayen yang berusia 5 bulan. Tetapi karena kondisi arus yang sangat deras menyebabkan ketiga korban akhirnya tenggelam dan belum ditemukan.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor: Aspian Nur