Perpustakaan itu terintegrasi dengan taman pintar di Jl Ahmad Yani. Sarana pendukung seperti listrik dan air belum bisa digunakan. Bahkan, saptic tank juga belum tersedia. Beberapa plafon juga terlihat masih menganga. Pun demikian dengan sekat ruangan dan kelengkapan kursi serta meja.
Menurut Aji, DKP sudah mengusulkan ke tim anggaran Pemkab Kukar untuk menganggarkan pengadaan sarana pendukung di perpustakaan baru itu. “Mudah-mudahan di APBD Perubahan 2017 bisa terealisasi. Kalau memang tidak masuk karena defisit anggaran, kami usulkan kembali di APBD 2018,” ungkapnya.
Dikatakan Aji, gedung baru itu tidak sepenuhnya digunakan untuk perpustakaan. Di sebelahnya akan digunakan untuk depo arsip.
“Tingkat kunjungan di perpustakaan lumayan banyak. Meski sekarang mencari informasi bisa melalui ponsel, tapi masih banyak saja masyarakat yang ingin membaca buku dengan mengunjungi perpustakaan daerah,” paparnya.
Aji menjelaskan, dari 2013-2016 lalu, jumlah pengunjung perpustakaan daerah di Jl KH Dewantara Tenggarong mencapai 71.911 orang. Rinciannya 18.264 pengunjung pada 2013, 19.523 pengunjung pada 2014, dan 17.875 pengunjung pada 2015, serta 16.249 pengunjung pada 2016. (ran)