Suaeb mengatakan, tuntutan mahasiswa adalah pemilihan rektor yang ideal, yakni dalam pemilihan rektor harus ada persaingan dan tidak boleh aklamasi. “Harus ada persaingan adil untuk menduduki jabatan tertinggi di Unikarta sehingga tidak terkesan bahwa pemilihan ini sudah diatur,” katanya.
Rektor harus menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPj) setelah lima tahun menjabat saat rapat senat dan calon rektor harus memaparkan visi-misi untuk lima tahun ke depan.
Mahasiswa juga menuntut perbaikan sarana penunjang pendidikan dan tidak ada dosen berstatus Starta 1 (S1) yang mengajar calon S1, minimal harus S2. “Sarana Perpustakaan Unikarta juga harus perbaikan dan ada pengadaan buku baru,” kata Suaeb.
Suaeb juga menuntut transparan seluruh keuangan atau anggaran Unikarta. Apalagi biaya kuliah di Unikarta semakin mahal sejak 2014 lalu, seperti her registrasi yang awalnya Rp30 ribu menjadi Rp 50 ribu.
“Kami juga menuntut atau rektor bisa mendorong percepatan akreditasi fakultas dan universitas,” bebernya. Rekomendasi ini kemudian disampaikan ke Rektor Unikarta, Sabran.
Rektor Unikarta Sabran yang dihubungi media ini belum memberikan jawaban. (ami)