Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Timur yang memiki jumlah petani terbanyak. Dengan SDA yang dimiliki, Kukar melahirkan banyak komoditas pertanian dibandingkan dengan Kota/Kabupaten lain di Kalimantan Timur.
Oleh karena itu, Mawar sapaan beliau, mengadakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan tema “Muwujudkan Sumber Daya Pertanian yang Berkualitas dan Kompetitif dalam Menyongsong IKN”.
Dalam Sosialisasi empat pilar yang diselenggarakan di Pantai Wisata Ambalat, yang dihadiri oleh oleh Lurah Amborawang Laut Kecamatan Samboja, Ketua KTNA Kecamatan Samboja mengatakan, pengetahuan petani terkait manajemen keuangan di Kecamatan Samboja masih rendah.
Untuk meningkatkan sektor pertanian, setidaknya ada enam hal yang perlu diperkuat, yaitu SDA dan lingkungan, SDM, modal, teknologi, manajemen, serta lembaga maupun institusi. Sosialisasi empat pilar ini juga menjadi wadah serap aspirasi masyarakat terutama terkait masalah-masalah di sektor pertanian yang sering dihadapi.
Salah satu petani di Desa Ambalat mengatakan 300 sertifikat lahan pertanian masyarakat masuk dalam wilayah Hak Guna Usaha (HGU), dan SK HGU tersebut sudah terbit. Selain kurangnya infrastruktur, penyusutan lahan yang diakibatkan oleh konsensi pertambangan dan lahan pertanian yang masuk dalam wilayah HGU merupakan hal utama yang menyebabkan produksi pertanian di Kaltim menjadi terhambat.
Banyak masyakarat yang merasa diberlakukan secara tidak adil oleh pemerintah. Kegiatan masyarakat yang tinggal di wilayah Tahura, Desa Merdeka, dan Desa Tani Bakti untuk bertani dan berkebun dibatasi, namun justru terdapat konsesi pertambangan di area tersebut.
Dengan kondisi pertanian saat ini, Aji Mawar mengatakan masyarakat begitu dilematis, ibarat buah simalakama. Karena pada sisi lain, banyak masyarakat yang sengaja merelakan tanahnya untuk kegiatan pertambangan dengan alasan untuk bertahan hidup dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Dengan menjunjung tinggi Pancasila, bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kesempatan yang sama, Aji Mawar berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat saling bersinergi dan mengutamakan kesejahteraan para petani, karena ketahanan pangan sangat diperlukan untuk menyongsong IKN. (*adv)
Editor : Bambang Irawan