Ada sekitar 38 Pokdarwis yang kini telah memiliki SK sejak 2017 lalu. Tidak hanya dibentuk oleh Dinas Pariwisata Kukar, namun sebagian juga terbentuk atas inisiasi masyarakat sendiri. Dispar Kukar terus berupaya melakukan pendampingan agar obyek wisata yang dikelola terus eksis bahkan berkembang.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Ridha Fatrianta menyebutkan, pihaknya melihat ada tren peningkatan kunjungan wisata di wilayah pesisir akhir-akhir ini. Sehingga beberapa Pokdarwis yang berada di kecamatan Muara Badak, Samboja dan Marangkayu diberikan pelatihan pembuatan souvernir dan cinderamata dengan bekerjasama dengan Politeknik Negeri Samarinda.
"Sehingga itu bisa dimanfaatkan warga dengan menjual souvernir dan cinderamata," kata Ridha kepada Korankaltim.com, Kamis (19/11/2020). Di wilayah hulu pihaknya juga melakukan pelatihan tata kelola destinasi wisata dipusatkan di Desa Pela, Pokdarwis disekitar kecamatan Kota Bangun di kumpulkan agar dapat memanajemen objek wisata yang dikelola bersama itu dengan benar.
Selain itu, Sapta Pesona menjadi hal penting yang perlu diperhatikan Pokdarwis dan masuarakat sekitar objek wisata. Unsurnya adalah aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah, dan Kenangan yang mana dapat meningkatkan minat kunjungan wisata.
"Misalnya di Desa Sukabumi, Kota Bangun ada wista air terjun. Masyarakat dan Pokdarwis disana bisa ikut serta menjaga itu, karena bisa jadi itu membuka peluang ekonomi baru," sebutnya. Pokdarwis di Kukar ini nantinya diharapkan agar bisa swadaya dan inovatif dalam pengelolaan dan pengembangan objek wisata.
Maka, peranan Pemdes setempat juga sangat diperlukan dengan mengucurkan ADD atau memfasilitasi program TJSP untuk plaksanaan kegiatan Pokdarwis. "Pokdarwis ini tidak bisa berharap ke Dispar, swadaya dan yang penting konsistensi dan berkesinambungan," tutup Ridha.(adv)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur