Ammuniantoyo menjelaskan, total karyawan RSUD mencapai 1.200 orang dan pasien 800 orang, ditambah dengan pendamping pasien, maka orang yang ada di RS AMP bisa mencapai 2.000 orang lebih tiap harinya.
Banyaknya jumlah pegawai dan warga di rumah sakit itu, mereka pasti membutuhkan jasa transaksi keuangan yang cepat. Seperti melakukan transfer dana tanpa harus repot keluar dari area rumah sakit.
“Komitmen kami ingin memberikan jasa pelayanan keuangan yang memudahkan. Bankaltim sudah banyak membuka kantor kas di beberapa kecamatan. Ke depannya Bankaltim diupayakan akan menjangkau sampai tingkat desa,” ujarnya.
Sekkab Kukar Marli mengapresiasi pembukaan kantor kas Bankaltim di RS AMP. Bahkan, kata Marli, hadirnya kantor kas ini merupakan penantian panjang masyarakat yang menginginkan adanya jasa perbankan di rumah sakit.
“Perhitungan bankaltim sudah sangat tepat dan cermat, dengan membuka kantor kas di rumah sakit, ini jelas sangat membantu masyarakat yang ingin tarik kirim uang kepada keluarga. Pelayanan yang diberikan Bankaltim juga terus mengalami peningkatan sehingga bisa dipercaya masyarakat,” paparnya. (ran)