“Anggarannya kurang lebih Rp6 miliar,” kata Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kukar, Slamet Hadiraharjo, Rabu (11/3).
Menurutnya, perencanaan untuk konsep lampu tematik di jembatan Kukar dilakukan pada 2017 lalu. Di 2019 anggaran pengkajian untuk pemasangan turun dan di tahun 2020 sudah disetujui untuk dipasang lampu tematik di jembatan itu. “Jadi saat ini prosesnya sudah dilelang. Tahun ini akan dikerjakan pemasangan,” katanya.
Proyek pengerjaan lampu tematik digadang-gadang bakal menjadi ikon Kutai Kartanegara dan Kota Raja Tenggarong. “Lampu tematik akan jadi Ikon Kukar, khususnya Tenggarong sebagai daerah wisata,” sebutnya.
Slamet menyebut, produk lampu tematik bukan dari Indonesia. Diimpor dari Jerman. Sudah ada beberapa vendor yang melakukan presentasi ke Pemkab Kukar. “Jadi vendornya dari luar Kaltim semua,” katanya.
Disinggung warna lampu tematik nanti, Slamet menyebut hampir sama dengan jembatan lain yang ada di Indonesia, khususnya di Kaltim. “Kalau soal warna kan tinggal di-setting aja. Kan lampu ini juga pabrikan,” katanya.
Sementara soal kapasitas listrik dari lampu tematik, Slamet memprediksi sekitar puluhan ribu daya. “Jadi, kalau dikalikan setiap bulannya, kami memprediksi hanya puluhan juta untuk membayar listrik perbulan-nya. Karena rencananya jam 24:00 Wita ke bawah, lampu akan kita matikan untuk menghemat listrik,” katanya.
Penulis: */Sabri
Editor: M. Huldi