“Saat ini sedang perbaikan, dan yang rusak itu adalah lensanya. Tidak bisa diperbaiki melainkan harus diganti,” katanya kepada Koran Kaltim kemarin.
Thauhid mengungkapkan pihaknya pada pertengahan tahun lalu mengalami kesulitan dalam upaya perbaikan lensa ini. Lensa yang digunakan untuk pengoperasian Planetarium Jagad Raya Tenggarong menggunakan lensa buatan Jerman asli.
“Awalnya kami sempat kesulitan ke mana harus memesan Lensa Velvet Carlzeiss buatan Jerman itu, namun akhirnya kami dibantu oleh perusahaan skala nasional yang memang bergerak di bidang itu dan Direksinya Pengurus Persatuan Planetarium Indonesia,” ungkapnya.
Ia pun menegaskan Planetarium Jagad Raya memang sudah masuk tahap pemeliharaan karena sudah berdiri sejak 2003 lalu. Ia pun menganggap wajar jika saat ini sebagian perangkatnya harus mengalami perbaikan.
“Sudah belasan tahun ya sejak berdirinya pada 2003 lalu, jadi kalau ada komponen peralatannya yang rusak harus diganti ya wajar saja,” tegasnya.
“Saat ini upaya dari kami Dispar sudah menganggarkan, kita sudah komunikasi dengan perusahaan yang bisa menyediakan alat itu. Kini tinggal menunggu jadwal anggaran kas saja,” pungkas Thauhid.
Penulis: */Heriansyah