“IPA Bukit Biru mengalami penurunan kurang lebih 31 liter per detik dari total kapasitas produksi IPA Bukit Biru 180 liter per detik. Hal ini terjadi karena kondisi surut sumber air baku Sungai Mahakam. Namun dalam kondisi air pasang, produksi tetap normal kembali,” kata Direktur Utama PDAM Tirta Mahakam Suparno dengan didampingi Kasubbag Humas Alfianur, Minggu (24/11) kemarin.
Alfian mengakui kondisi ini sudah berlangsung selama sepekan. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan bisa memanfaatkan penampungan air cadangan sebagai antisipasi dini dalam pemenuhan kebutuhan air bersih di rumahnya masing-masing.
“Saat ini telah diusahakan penambahan pompa intake kita, untuk menanggulangi penurunan produksi akibat surutnya sumber air baku. Kita pakai tenaga genset,” ungkapnya.
Penanggulangan dengan genset ini diharapkan bisa mengantisipasi kebutuhan air bersih untuk kawasan pegunungan yang memang merasakan langsung dampak akibat penurunan kapasitas produksi ini.
“Mudah-mudahan ini bisa mengatasi penurunan kapasitas produksi kita, sehingga daerah-daerah pegunungan seperti Gunung Sentul, Gunung Jati, dan Gunung Muria bisa mengalir seperti biasanya,” pungkasnya.
Penulis: */Heriansyah
Editor: M. Huldi