“Iya kita melakukan selamatan di simpang tiga tempat Monas itu berdiri, selain selamatan karena sukses mendirikan bangunan ikonik yang kini jadi viral di medsos, selamatan itu juga sebagai wujud rasa syukur kita peringatan 1 syuro,” kata Adi kepada Koran Kaltim kemarin.
Tak hanya selamatan, kegiatan ini juga dirangkai dengan pembacaan Alquran dan tausyiah dari Ustadz Nur Habib yang bertemakan tentang tahun baru islam 1 Muharram yang wajib dirayakan seluruh umat muslim di seluruh dunia. “Untuk berdiri kokoh, warga desa mendirikan dengan menanamkan yang kemudian dicor pondasinya,” ungkap Adi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Adi menjelaskan ide kreatif ini inisiatornya adalah Kepala RT XI Sukamto bersama-sama warganya.
Diketahui miniatur Monas dipastikan tidak hanya sebagai hiasan, namun mampu berdiri kokoh karena terbuat dari satu pohon kayu Ulin berukuran cukup besar dan di ukir secara detail sehingga mirip dengan Monas asli yang ada di Jakarta.
"Ya ini ide pak RT, yang turut didukung oleh warga di sini, Alhamdulillah terlaksana, yang ini bertujuan untuk merayakan Hari Kemerdekaan RI ke 74," terang Adi yang di Amini Sukamto.
Adi mengaku bangga kepada seluruh masyarakat Desa Suka Maju yang turut mendukung ide-ide kreatif yang tentunya bertujuan untuk pembangunan. Menurutnya ini contoh yang baik bagi kerukunan serta menjaga persatuan dan kesatuan antar sesama warga desa.
"Semoga kesolidan seperti ini bisa dicontoh oleh warga desa lainnya. Memang di sini setiap menjelang Agustusan selalu ada saja cara warga merayakannya demi mempercantik halaman rumahnya yang tak hanya dihiasi umbul-umbul saja. Karena sekarang viral di Medsos mudah-mudahan ini turut mendongkrak bidang wisata di Kukar,” pungkasnya.
Penulis: */Heriansyah