Kader HMI Kukar Ramai-ramai Ikut Pilkades Serentak
1 menit baca2.048 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak akan dilaksanakan di 108 desa se-Kutai Kartanegara (Kukar) pada 16 Oktober 2019 mendatang.
Saat ini, tahapan pendaftaran bakal calon Kades sudah dilaksanakan.
Namun, ada yang menarik dalam Pilkades serentak 2019 ini, beberapa nama yang menjadi bakal calon berasal dari organisasi, yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kukar dan rata-rata maju hampir di semua desa.
Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kukar, Lukman mengatakan, majunya kader HMI di Pilkades serentak ini merupakan bentuk pengabdian ke masyarakat dan KAHMI sangat menyambut baik.
“Terlibatnya kader HMI di Pilkades adalah bentuk proses pengabdian ke masyarakat. Lolos atau tidaknya sebagai kades namun yang terpenting sudah melalui proses. Itu yang penting sebenarnya,” katanya.
Namun, kata dia, ada sesuatu yang tidak boleh dilakukan kader HMI dalam pilkades serentak ini, yakni melakukan praktek politik uang atau money politic. Sebagai kader ‘Hijau Hitam’, KAHMI akan memberikan sanksi tegas jika melakukan praktek tersebut.
“Ada dong saksinya secara personal jika kader HMI yang ikut pilkades di Kukar melakukan politik uang,”tegas Lukman, Jumat (19/7). Hanya saja, ia enggan menyebut detail sanksi tersebut.
Pasalnya, ungkap Lukman, dari 108 desa yang menggelar pilkades serentak 2019 ini, rata-rata ada kader HMI yang terlibat. KAHMI sendiri berencana mengumpulkan kader yang ikut serta dalam pesta demokrasi tersebut dan dinyatakan lolos tahap selanjutnya atau sudah dipastikan menjadi calon kades. Sekarang masih bakal calon.
“Ketika sudah ditetapkan sebagai calon maka akan kita panggil kader yang ikut pilkades. Pemanggilan itu salah satunya untuk menekankan agar tidak melakukan politik uang,” tegas Lukman.
Saat ini, tahapan pilkades sudah masuk penyerahan persyaratan berkas administrasi. Tahapan penyerahan berkas tersebut dimulai pada 17 Juli-5 Agustus 2019. Pilkades serentak ini mendapat alokasi anggaran Rp 4 miliar.
Penulis: */Sabri
Editor: M.Huldi










