Menurutnya, penanganan banjir di Kota Tenggarong akan terus menjadi prioritas. Pemkab pun sudah melakukan kajian dan inventarisasi kawasan yang menjadi penyebab banjir besar pada Minggu 9 Juni 2019 lalu.
“Hasil inventarisasi, memang ada beberapa rumah yang yang berada di anak sungai. Saya mohon dukungan semua pihak agar normalisasi sungai terus didukung kegiatannya karena tidak menutup kemungkinan nanti ada rumah yang dibongkar, namun harus sosialisasi sebelumnya," katanya.
Proses pengerukan saluran air atau drainase di Kota Tenggarong berakhir 5 Juli. Dari 40 titik target drainase yang dikeruk, baru 14 titik yang tertangani oleh Dinas Pekerjaan Umum.
Kepala DPU M Yamin dengan didampingi Kepala Seksi Pemanfaatan Sungai, Danau, Waduk, Rawa dan Pantai Bidang Sumber Daya Air, Syarifah Rosita mengatakan ada 14 titik yang menjadi tugas DPU dalam penanganan pengendalian banjir sejak 17 juni lalu.
“Seperti drainase di Jalan Bougenvile, Jalan Mawar, Melati, Kenanga, Jalan Udang poros, Jalan Udang 1, Jalan Baong, Keli, Pesut, Gunung Menyapa, Gang Famili, Jalan Parikesit dan Jalan Naga serta Sungai Kejawi di kawasan Tambak Rel,” terangnya.
Menurutnya, salah satu titik yang memiliki kendala besar di kawasan Tambak Rel adalah Sungai Kejawi. Di kawasan tersebut, air tidak mengalir dengan sempurna karena banyak kendala dan hanya bisa ditangani secara manual.
Penulis: */Heriansyah
Editor: M.huldi