Selama proses evakuasi, ditemukan sejumlah barang seperti anting, pisau hingga bagian tubuh manusia yang terpisah dari peti jenazah. Seperti gigi dan rahang manusia.
“Kita temukan perhiasan seperti anting emas dan bagian tubuh lainnya,” kata Gusti Lanang, petugas Unit Praja Rescue Satpol PP Kukar.
Proses evakuasi, kata dia, berjalan cukup lancar.
Pihaknya hanya kesulitan dalam menyatukan sisa tulang belulang ke dalam peti.
Selain itu, tidak adanya ahli waris juga menyebabkan petugas kesulitan mengidentifikasi. “Ahli warisnya tidak diketahui, jadi kami hanya mengumpulkan barang dan tulang belulang ke dalam kantong jenazah,” ungkapnya.
Lurah Panji, Nina Martini, turut mendampingi proses evakuasi jenazah tersebut. Ia berharap hujan lebat tidak terjadi lagi agar longsor tak meluas.
Evakuasi menurunkan belasan personel dan satu unit excavator milik Dinas PU.
Ketua PGI Kukar, Pendeta Jauari Daud mengatakan makam yang longsor akan dipindah ke Jahab dan Kutai Barat.
Adapun soal harta benda yang terdapat dalam peti jenazah ditegaskannya bukan ajaran agama, melainkan hanya kebiasaan.
“Pihak keluarga biasanya tidak ingin teringat kenangan yang menimbulkan duka mendalam karena kepergian anggota keluarga mereka, makanya barang-barang itu dimasukan ke dalam peti jenazah,” ujarnya.
Penulis: */Heri
Editor: M.HUldi