“Jalan itu berlumpur dan licin. Pengendara kerap mengalami kecelakan tunggal, terjatuh hingga masuk ke parit,” kata Agus kepada Koran Kaltim, kemarin.
Menurut Agus, kerusakan jalan itu menyebabkan akses ke tiga kecamatan di wilayah hulu Mahakam terganggu. “Saat musim hujan sekarang ini, warga harus menghabiskan waktu empat jam untuk ke Kota Bangun dari Kenohan. Padahal sebelumnya, Kota Bangun-Kenohan hanya memakan waktu satu jam. Pengendara harus mengantre untuk mendorong kendaraan saat melewati gubangan lumpur,” ungkap Agus.
Agus berharap Pemkab Kukar segera memperbaiki jalan itu agar roda perekonomian di wilayah hulu Mahakam kembali normal. “Karena ini merupakan jalan utama ke tiga kecamatan. Pemkab bisa saja menggunakan dana tanggap darurat karena memang kondisinya sudah darurat,” cetus Agus.
Asisten II Pemkab Kukar, Sukrawardy mengatakan perbaikan jalan itu masuk ke dalam program prioritas. Namun, karena defisit anggaran, pebaikan harus ditunda. “Kendalanya karena tidak tersedia dana untuk memperbaiki jalan tersebut,” ungkap Sukrawardy.
Sukrawardy sudah berkoodinasi dengan Wakil Bupati Kukar Edi Damansyah terkait kerusakan jalan itu. Menurut Sukrawardy, jalan ini memang mendesak untuk diperbaiki. Apalagi MTQ tingkat kabupaten akan diselenggarakan di Kecamatan Kenohan.
“Opsinya apakah pembiayaan pekerjaan perbaikan jalan tersebut melalui pembayaran proyek tahun jamak atau melalui CSR perusahaan. Ini yang belum ada keputusan dari internal pemkab,” jelas Sukrawardy. (ran)