“Kita fokuskan pengembangan sapi di Desa Jonggon,” kata Putu Swartika kepada Koran Kaltim.
Putu menambahkan, Sapi yang terdata dari 10 kelompok peternak sapi yang ada di dua desa tersebut, sebanyak 1.800 ekor sapi, dengan program pengembangan ternak di lahan eks tambang. Ditargetkankan populasi sapi akan bertambah 600 ekor.
Tim yang terlibat dari program ini, dari Distanak Kukar dan Kaltim. “Kegiatan yang dilakukan seperti mendata sapi betina yang bunting, inseminasi buatan atau kawin suntik, serta pemeriksaan kesuburan sapi betina dan jantan, namun yang lebih difokuskan bagaimana sapi betina harus bunting,” jelasnya.
Setelah program pengembangan ternak di lahan eks tambang selesai di Loa Kulu, maka program ini akan dilakukan di kecamatan lainnya, seperti Tenggarong Seberang.
“Kami akan fokuskan di kecamatan Loa Kulu dulu, setelah itu kecamatan lainnya menyusul,”singkatnya. (ran)