“Untuk posisi Wakil Bupati ini, saya rasa harus ada yang mengisi. Sebab dengan rumitnya problem sosial dan luasnya geografis Kukar tentu berat hanya dengan dihandle satu orang “ kata Ketua DPD Hanura Kukar, Ishack Iskandar.
Hanura sendiri memang sudah mengusung kadernya terbaiknya untuk diajukan ke Edi Damansyah. Ini bahkan ditegaskan langsung saat konferensi pers beberapa waktu lalu. Baik pengurus kabupaten maupun provinsi sepakat untuk mengusung kader terbaiknya dampingi Edi.
“Bahkan jika nanti kader kami diterima dan keduanya bisa mensejahterakan Kukar, maka akan ada opsi mendukung mereka kembali di pemilu 2020 mendatang,” ungkapnya.
Pengamat Politik Unikarta, Toni Nurhadi Kumayza pun mengusulkan agar Edi Damansyah mencari Wakil Bupati pascapemilu 2019 yang sudah dilaksanakan 17 April 2019 lalu. “Partai pemenang pemilu berpotensi besar untuk mengisi jabatan Wakil Bupati Kukar,” bebernya.
Terlebih, kata dia, Edi memikirkan kelanjutan karir politiknya kedepan. Jika masih ingin melanjutkan kepemimpinan maka Edi disarankan untuk berkoalisi dengan parpol, terlebih dirinya belum menjadi kader parpol manapun.
“Pemenang Pileg, dukungan di Pilbup dan Petahana itu modal kuat menenangkan pemilu,” jelasnya.
Saat ditanya, Edi Damansyah lagi-lagi bungkam. Ia hanya mengaku senang jika banyak pengamat memprediksi pengisian jabatan Wakil Bupati Kukar tersebut.
“Saya ingin lebih banyak pengamat memprediksi soal Wakil Bupati ini. Tapi kita tunggu saja ini masih berproses,” bebernya.
Namun Edi masih irit bicara soal proses tersebut dan berlalu pergi. Informasi yang dihimpun, pemkab memang bersurat ke Kemendagri untuk meminta petunjuk mekanisme pengisian jabatan Wakil Bupati ini.
Penulis : */amin
Editor: M.Huldi