Investor Hongkong Tawarkan Smart City ke Kukar
2 menit baca983 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Bupati Kutai Kartanegara, Edy Damansyah menerima investor dari UN World Global Village Limited yang menawarkan kerja sama pembangunan smart city di Kota Raja.
President UN World Global Lu Jin Ping tengah mengembangkan investasi di kawasan Asia dan Kutai Kartanegara dipilih sebagai proyek pertamanya di Indonesia.
"Kukar memiliki potensi untuk dibangun smart city yang berwawasan teknologi informasi yang tidak merusak alam. Jika sudah dibangun, kami berharap bisa dibangun smart city lainnya di Kalimantan ini," kata Lu di depan Bupati, Kepala Dinas dan para asisten, Senin kemarin (25/2/2019).
Lu menjelaskan, di kota mandiri itu akan dibangun berbagai fasilitas mulai dari rumah sakit, sekolah, kampus, pabrik, jalan, perumahan hingga dermaga pelabuhan untuk arus transportasi laut. "Kami berharap kota mandiri itu dibangun di kawasan pesisir karena ilmuwan kami akan membangun listrik dari energi air laut," ucapnya.
Pengembangan kota mandiri ini dibutuhkan lahan antara 300 hingga 500 hektare. Pembangunan itu akan melibatkan masyarakat setempat dan para ilmuwan dari luar negeri yang akan membagikan ilmunya kepada masyarakat.
"Kami akan menginvestasikan dana USD200 miliar untuk kota mandiri di Kukar ini. Biaya tersebut di luar biaya pembebasan lahan yang juga menjadi tanggung jawab kami," ungkapnya.
UN World Global Village Limited merupakan perusahaan multi international yang berkantor pusat di Hongkong. Selama ini mereka sudah membangun smart city di Amerika, Eropa dan beberapa negara Asia. “Di Malaysia sedang dibangun smart city di Kawasan Long Palai senilai USD500 miliar," pungkasnya.
Menanggapi rencana tersebut Bupati Kutai Kartanegara Edy Damansyah menyambut baik semua pihak yang ingin membuka kerja sama di Tenggarong.
"Selama ini banyak pihak dari perusahaan baik itu PMA (Penanaman Modal Asing) maupun PMN (Penanaman Modal Nasional) yang sudah berinvestasi di Kukar. Baik itu sektor migas, batu bara, perkebunan kelapa sawit, karet dan kehutanan," kata Edy Damansyah.
Dirinya menjelaskan bahwa masih ada beberapa potensi di Kukar yang menjadi unggulan diantaranya sektor perikanan dan kemaritiman yang belum dikelola dengan baik karena belum ada pihak yang serius untuk berinvestasi di bidang tersebut.
"Selama ini kami sering menerima kunjung dari Tiongkok, mengatasnamakan BUMN China, setelah presentasi tidak ada follow up-nya. Kami berharap yang ini bisa mewujudkan investasinya. Karena pada dasarnya kami terbuka setiap investasi di Kukar," ujarnya.
Menurut dia, Kukar termasuk dalam 100 kabupaten di Indonesia yang ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk membangun smart city. Kukar sedang berusaha mewujudkan sistem pemerintahan dan pelayanan yang berbasis IT.
"Namun kami berharap setiap PMA yang ingin berinvestasi di Kukar mengikuti prosedur dan aturan yang ada di Indonesia. Pemerintah daerah memiliki keterbatasan kewenangan sehingga PMA juga harus mengurus persyaratannya di BKPM Pusat," tandasnya. (*)
Editor : Hendra










