“Alhamdulillah dengan adanya PKS yang dibangun PT KSO ini maka diharapkan TBS dari petani swadaya di Kukar bisa tersalurkan,” kata Ketua DPD APKASINDO Kukar, Daru Widiyatmoko.
Keinginan PT KSO membangun PKS ini merupakan solusi agar TBS warga tidak lagi terbengkalai karena tidak laku akibat penolakan perusahaan sawit.
“PT KSO ini merupakan calon investor yang nantinya akan membangun PKS minyak. Presentasi ini difasilitasi oleh Disbunhut Kukar,” bebernya.
Ia mengatakan dengan adanya Investor PT KSO yang membangun PKS untuk menampung TBS dari petani swadaya akan menjadi solusi memecahkan harga TBS di wilayah Kukar.
Harapannya, harga TBS bisa stabil atau minimal kembali normal. Saat ini, banyak TBS warga tidak laku karena masih adanya stok CPO di perusahaan. “Calon Investor PT KSO yang diwakili oleh Pak Sandi sangat tertarik sekali berinvestasi membuat PKS lhusus untuk petani swadaya di wilayah Kukar,” ungkap Daru kepada Koran Kaltim, Minggu (16/12).
Kepala Disbunhut Kukar, Taufik Hidayat mengaku sangat mendukung adanya investor yang akan berinvestasi di wilayah Kukar dengan membangun PKS khusus menampung TBS dari petani swadaya.
Sebab, saat ini petani sawit di Kukar tengah menjerit karena anjloknya harga sawit. Padahal normalnya harga sawit dihargai Rp 1.145/kilogram (Kg), kini harganya sekitar RP 400/kg.
Bahkan beberapa petani sampai tidak memanen sawitnya karena tidak menutupi biaya panen, mobilisasi dan lainnya. “Anjloknya harga sawit itu karena permintaan di perusahaan berkurang karena mereka masih memiliki stok CPO. CPO-nya itu tidak laku karena persaingan dagang internasional,” tambah Daru. (ami)