Untuk menyalurkan jiwa berbaginya itu, Alisa akhirnya membuat lemari yang terinspirasi oleh salah satu postingan di media sosial facebook diperuntukan sebagai tempat menaruh nasi di depan rumahnya dan bisa berbagi tanpa meninggalkan tanggung jawabnya sebagai IRT. “Ada share dari teman-teman di FB, sepertinya itu di Solo, saya pikir kenapa enggak saya bikin lemari aja kayak (postingan) itu. Saya lihat teman-teman komunitas itu rajin sekali berbagi, namun saya juga bagaimana caranya bisa tetap berbagi walaupun di rumah aja,” kata Alisa dikunjungi Koran Kaltim, Minggu (28/10).
Awalnya keraguan sempat menerpa hati Alisa lantaran takut tidak ada yang mengambil nasi yang disediakan di dalam lemari. Lokasi rumahnya cukup sepi dan tetangganya bisa dikatakan cukup mampu. Namun tidak disangka-sangaka, 50 bungkus nasi ludes diambil oleh orang yang membutuhkan kurang dari 12 jam. “Setengah jam saya tunggu, belum ada juga yang ngambil waktu itu juga hujan kan. Saya Salat Duha dan berdoa agar Allah menggerakan hati orang untuk mengambil. Ketika ada yang ngambil rasa bahagianya luar biasa, insya Allah setiap Jumat pagi bakal rutin” tutur Alisa senang.
Kabar soal dirinya yang menggelar aksi tersebut pun viral, ia mengaku tidak menyangka hal tersebut akan membuatnya diketahui banyak orang, ia berusaha untuk tetap menjaga niatnya agar tak jumawa. Wanita yang aktif dalam komunitas amal dan majelis itu berharap agar nantinya orang-orang sekitar juga bisa ikut memanfaatkan lemari yang disediakan. “Mungkin ada yang foto atau share ya, saya enggak nyangka. Sebenarnya ini ujian juga bagi saya didoakan saja semoga tetap istiqamah dan niat saya untuk berbagi tetap terjaga,” kata Alisa. (rf218)