“Infrastruktur itu tak hanya mengenai darat, laut dan udara saja. Tapi juga berbarengan dengan pengembangan teknologi informasi,” kata Doortje Marpaung usai menjadi pembicara pada Kopiwriting di hotel Blue Sky, Kamis sore kemarin (25/10).
Terlebih pemerintah pusat telah mendorong Usaha Mikro dan Kecil (UMK) agar mampu turut memasarkan produknya ke luar daerah bahkan luar pulau. “Tentu produk itu harus yang berizin dan sekarang dimudahkan perizinannya satu pintu di kecamatan, tanpa biaya,” ucapnya.
Sehingga untuk menjawab tantangan yang dihadapi, para pelaku UMK harus bersinergi dengan para stakeholders setempat. “Balikpapan ini salah satu kota yang diuntungkan karena letaknya sangat strategis, ada bandara internasional dan pelabuhan laut yang juga berskala internasional,” ujarnya.
Tantangan lainnya, lanjut Doortje, pelaku UMK termasuk yang bergerak di usaha kreatif menengah juga harus menjaga konsistensi produk yang dihasilkan. Mulai dari kualitas hingga harga yang mampu bersaing dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk pemasaran.
“Potensi usaha kreatif di kota ini, baik kuliner hingga kriya atau kerajinan cukup besar. Hanya, perlu dikelola secara optimal oleh pelaku usaha agar produk-produk mereka bisa dipasarkan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini,” ujar Doortje.
Sementara, Head of Marketing Snack Kampoeng Timoer, Dahlia Gracendy berharap pembangunan infrastruktur seperti jalan tol Balikpapan - Samarinda mampu membuka potensi pemasaran UMKM.
“Kalau jalan tol itu selesai dan beroperasi, maka bisa kami manfaatkan untuk pengiriman produk kami ke kabupaten kota lainnya di Kaltim. Karena selama ini yang menjadi tantangan kami adalah biaya pendistribusian,” kata Dahlia Gracendy.
Pasalnya, produk yang dihasilkan Kampoeng Timoer merupakan makanan yang sangat ringan. “Namun dari ongkos kirim cukup mahal, jadi saat produk kami berada di luar daerah, harganya sudah tidak kompetitif karena oleh pihak ekspedisi selalu dikenakan volume saat pengiriman,” ungkapnya.
Menanggapi persoalan tersebut, Head Of Marketing Communication Division JNE, Mayland Hendar Prasetyo mengaku siap mendukung para pelaku usaha kreatif dalam menjalankan strategi pemasarannya.
“Salah satu fasilitas yang bisa menjadi solusi bagi para pelaku usaha kreatif di Balikpapan adalah layanan intracity yang sebelumnya mencapai 1-2 hari, kini bisa ditunggu hanya 4 jam saja,” paparnya. (hn)