Menurut Sugi jika memang ada ketakutan terkait ancaman berkurangnya lahan pertanian akibat bangunan sarang walet, hal itu hanya sebagian warga saja yang merasakan. “Hal ini tentunya jangan dianggap terlalu serius, karena areal persawahan kita masih luas dan potensial sekali. Kita berharap semua seiring berdampingan bersama, karena bagaimanapun juga kita lihat dan masyarakat lebih paham mana yang bisa mendatangkan pendapatan yang lebih besar dan hal ini tentunya akan kita support dan jaga keberlangsungannya,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sumarlan memohon kepada seluruh pengusaha sarang burung walet, secara arif dan bijaksana tetap menjalankan dan mengembangkan usahanya dengan tetap memperhatikan unsur-unsur fungsional lahan pertanian.
“Mengenai semakin maraknya budidaya burung walet, tentunya kita mengapresiasi, tapi sebenarnya ada hal-hal yang menurut kami sedikit mengkhawatirkan kalau itu tidak dilakukan langkah-langkah antisipatif,” ujarnya.
Menurut Marlan kondisi banyaknya bangunan-bangunan Sarang Walet yang mempergunakan lahan sawah memang di satu sisi bagus, namun jika ini dibiarkan terus, keberlangsungan luasan areal sawah lambat laun akan berkurang. (hei)