Puluhan Warga Meninggal Akibat Muntaber
1 menit baca1.306 kali dibaca

TENGGARONG - Penyakit muntaber menghantui warga Desa Muara Pantuan, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara akibat susahnya akses mendapatkan air bersih di saat musim kemarau ini.
Kondisi tersebut diperparah lantaran Puskesmas hanya sebatas bangunan yang telah ditinggal selama tiga tahun terakhir dengan kondisi memperihatinkan.
Kades Muara Pantuan, Rasyid S mengatakan satu-satunya puskesmas yang bisa diakses warganya membutuhkan tiga jam perjalanan menggunakan kapal di Sungai Mariam.
Akses yang sulit menyebabkan puluhan warga di desa itu meninggal dalam beberapa tahun terakhir. “Bahkan, ada banyak warga yang meninggal lantaran tidak sempat mendapatkan pertolongan pertama lantaran tidak adanya puskesmas di sini,” kata Rasyid kepada Koran Kaltim, Selasa (9/10).
Seorang warga setempat, Aida, mengatakan anaknya meninggal akibat muntaber empat hari lalu. Sebelum meninggal,anak bungsunya bernama Saskia (5) itu hanya mendapat perawatan dari bidan setempat lantaran puskesmas yang belum dibuka hingga kini.
“Hanya dikasih sirup sama oralit. Dia meninggal di rumah sakit umum (RSU AWS Samrinda) kata dokternya pertolongannya terlambat,” terang Aida dengan tetesan air mata.
Ia mengatakan, selain anaknya juga ada banyak kasus warga meninggal akibat muntaber di desa itu ketika musim kemarau.
Dia bersama warga setempat menginginkanagar segera ada pelayanan kesehatan di Puskesmas setempat agar gejala-gejala penyakit di desa tersebut bisa mendapatkan pertolongan pertama sebelum ada warga lainnya tertimpa kemalangan yang sama yang ia rasakan.
“Mudah-mudahan di sini segera ada puskesmas, agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan lainnya dan mencegah hal memilukan ini dialami warga lainnya,” pungkasnya. (rf218)










