“Kegiatan hari ini diikuti enam group kesenian Reog Ponorogo dari Tenggarong, Tenggarong Seberang hingga Samarinda,” kata panitia pagelaran Reog Ponorogo, Supratjitno.

Menurutnya kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan peninggalan nenek moyang agar tidak tergerus ke budayaan dari luar negeri. “Kegiatan ini terselenggaran atas kerjasama Kemendikbud Direktorat Jendral Kesenian, Pemkab dan teman-teman paguyuban. Tapi sebelum itu memang kami mengikuti workshop pendidikan dan diharapkan bisa tampil kegiatan Kemendikbud,” jelasnya.
Anggota DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry mengaku sangat antusias dengan kegiatan pagelaran Reog ini. Sebab Reog salah satu kesenian di Indonesia yang harus terus dilestarikan di semua wilayah termasuk kukar. “Alhamdulillah ada dukungan Kemendikbud sehingga bisa dilaksanakan,” katanya.
Dijelaskannya, ini bentuk pelestarian budaya sehingga memperkaya budaya khasanah Indonesia dan diharapkan kegiatan ini berlanjut antar kota di Kaltim, bahkan jika perlu sampai kecamatan dan kelurahan, sehingga warga bisa lebih memperhatikan, menyenangi dan melestarikan budaya Reog. “Saya juga melihat bagaimana antusia warga dan sangat terharu karena setiap pagelaran Reog, Campur Sari hingga Jaranan (Kuda Lumping) itu selallu disambut bahkan datang dari tempat lain seperti dari Samarinda, Loa Janan. “Begitu tahu ada agenda seperti ini mereka datang, ini bentuk bahwa warga sangat terhibur,” ungkap Ketua Fraksi Golkar DPRD Kaltim ini.
Pemerintah dan DPRD, lanjut dia, juga mendukung kegiatan ini. Buktinya sebagai anggota DPRD Kaltim, dirinya juga turut menjadi pembina paguyuban Reog dan kesenian Indonesia lainnya di Kukar. “Pemerintah sudah bagus dan mendukung, hanya perlu dipikirkan bagaimana peralatan dan pakaian Reog ini bisa diperbaharui mengingat anggaran defisit ini sehingga ini menjadi PR,” terangnya. (ami)