Sebelumnya, warga setempat berpendapat bahwa adanya keterlambatan kedatangan petugas pemadam kebakaran. Menanggapi hal itu, Edi memaklumi hal itu mengingat letak markas BPBD yang lumayan jauh dan kondisi jalan yang ramai waktu itu sempat menghambat kedatangan dari para petugas pemadam.
“Saya mengimbau dalam keadaan ini untuk meningkatkan kewaspadaan kita karena fenomena cuaca ini masih kemarau, paling tidak pastikan jika bepergian kompor harus sudah mati, listrik arus pendeknya sudah tertangani dengan baik dan memasak diupayaan hati-hati,” ujarnya.
Menurut BPBD Kukar, ada 11 rumah yang terdampak musibah itu. Ketua BPBD Kukar, Marsidik mengatakan bersama dengan Dinas Sosial Kukar telah memberikan bantuan keperluan dasar. Pihaknya juga mengupayakan agar 11 rumah yang terdampak itu mendapat bantuan sosial dari Pemkab Kukar.
“Bantuan sosial itu nanti kita ajukan dalam bentuk uang, setelah rumahnya diverifikasi oleh BPBD lalu kita ajukan kepada pemerintah daerah melalui Bagian Kesra dan ditransfer melalui rekening masing-masing,” beber Marsidik.
Proses pencairannya, lanjut Masrisdik, tergantung seberapa cepat penyelesaian pemberkasan dari permohonan bantuan tersebut. Dokumen-dokumen untuk pencairannya harus lengkap seperti Kartu Keluarga dan dokumen lainnya untuk diverifikasi.
“Nilainya tergantung ukuran-ukuran dan jenis rumah, kisarannya 3,5 sampai dengan 15 juta tergantung hasil verifikasinya,” pungkas Marsidik.
Sementara untuk penyebab kebakaran hingga Kamis (13/9) masih dalam tahap penyidikan pihak kepolisian. Namun dugaan sementara kebakaran berasal dari dapur di salah satu kontrakan milik Thamrin.
“Kalau penyebab pastinya masih dalam tahap penyidikan namun dugaan sementara dari dapur. Dari Inafis Polres Kukar tadi juga mengambil barang bukti kompor dan tabung gas,” kata Kapolsek Tenggarong, IPTU Trijadi.
Berdasarkan keterangan dari saksi Jaswadu (31), seorang buruh bangunan mengungkapkan sumber api dilihat dari salah satu rumah warga yang terbakar milik Thamrin.
Awalnya warga mengira asap muncul karena ada yang membakar sate, namun asapnya semakin banyak dan menghitam. (rf218/ami)