Hingga petang kemarin, ditemukan 890 data pemilih ganda dari sembilan kecamatan di Kukar. Jumlah ini kemungkinan bertambah mengingat pencocokan akan terus dilakukan sampai larut malam, hingga 18 kecamatan selesai.
Menurut Ketua KPU Kukar, Junaidi Samsuddin, data pemilih ganda yang ditemukan akan dihapus.
Junaidi merincikan, di Kecamatan Loa Janan ditemukan 350 pemilih ganda, 80 di Muara Badak, 27 di Kenohan, 148 di Kembang Janggut, dan 78 di Kecamatan Samboja.
Selanjutnya, 66 pemilih di Muara Jawa, 58 di Sangasanga, 28 di Marangkayu dan di Muara Wis ditemukan 55 pemilih ganda.
Keterangan pemilih ganda ini berdasarkan empat kategori, yakni K1 (Ganda berdasakan NKK, NIK, nama, jenis kelamin, tempat lahir, tanggal lahir, status kawin, alamat dan difabel), K2 (potensi ganda berdasakan NIK, nama, jenis kelamin, tempat lahir, tanggal lahir, dan alamat).
Kemudian K3 (potensi ganda berdasarkan NIK, nama, jenis kelamin, tempat lahir dan tanggal lahir) dan terakhir K4 (potensi ganda berdasarkan NIK, nama, dan tanggal lahir).
Diketahui, jumlah ini sangat jauh berbeda dibanding hasil analisis Bawaslu RI ada 27 ribu pemilih ganda di Kukar dari 478.086 DPT Pemilu 2019. “Data pemilih ganda ini nanti akan dihapuskan, yang mana ganda dan mana tidak akan ketahuan,” ungkapnya.
Setelah pencocokan data selesai, rencananya, Kamis (13/9) hari ini akan dilakukan pleno penyempurnaan DPT hasil perbaikan. (ami)