“Semua sudah habis untuk biaya berobat selama 15 hari di rumah sakit Bontang, dan kini mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk menanggung biaya pengobatan,” katanya kepada Koran Kaltim, kemarin.
Menyikapi hal ini Suyono menemani keluarga Subani agar mendapat bantuan pemerintah dengan memperoleh surat keterangan tidak mampu dari pemerintah desa setempat dan Kecamatan Marangkayu.
Hingga akhirnya persoalan ini dibawanya ke Dinas Sosial dan BPJS Kesehatan. Tapi, semua tak berjalan mulus.
“Saya sudah ke BPJS juga mereka tidak bisa karena minimal aktif kepengurusan harus 14 hari dulu, ini bagaimana kasihan dong warga yang memang tidak mampu ini,” ungkapnya.
Suyono berharpa Pemkab Kukar turun tangan membantu warga yang sedang kesusahan. Jika tidak, Suyono tegas menyebut Pemkab Kukar lalai.
“Mana komitmen yang katanya melindungi masyarakatnya, ini kritis lho pihak rumah sakit Bontang tidak bisa melakukan tindakan jika semua tanggungan belum bisa terselesaikan,” cetusnya. (hei)