Menurut Sri, Dispar akan bekerjasama dengan PT Securindo Packatama Indonesia selaku pengelola parkir.
Sri mengakui potensi parkir Pulau Kumala sangat besar, karena tingkat kunjungan wisatawan ke objek wisata tengah sungai tersebut terus meningkat. Saban musim libur, pengunjung dari berbagai daerah memadati Pulau Kumala. “Sampai akhir juni 2017 tingkat kunjungan Pulau Kumala mencapai 81.817 orang,” ungkap Sri.
Selama ini, parkir Pulau Kumala dikelola oleh Dinas Perhubungan Kukar. Sri menjamin, perubahan pengelolaan itu tidak akan menimbulkan persoalan. Dispar sudah beberapa kali menggelar rapat dengan OPD terkait
Pengamat Kebijakan Publik, Toni Nurhadi sangat mendukung sistem parkir elektrik yang akan diterapkan Dispar Kukar. Dengan cara yang lebih modern, penyimpangan retribusi dapat diminimalisir.
“Sistem parkir secara elektrik pencatatannya lebih akurat, potensi penyimpangan dana sangat kecil jika dibandingkan dengan penangan parkir secara manual. Yang harus diperhatikan halaman parkir Pulau Kumala harus ditambah karena tidak sesuai dengan daya tampung pengunjung yang kian membludak,” paparnya. (ran)