Festival tersebut diinisasi dan dipersiapkan oleh masyarakat setempat dalam waktu yang relatif singkat namun bisa berjalan dengan sangat baik dan salah satu tujuannya untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar serta melestarikan warisan leluhur di Kecamatan Muara Muntai.
“Ini merupakan gagasan yang cemerlang sehingga kilas Muara Muntai tempo dulu bisa dilakukan dalam festival ini, kita berharap ini awal yang baik dan semoga panitia, pemerintahan desa maupun kecamatan bisa bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat sehingga festival ini bisa digelar setiap tahun, dan bisa dicontoh kecamatan lainnya,” ucap Edi.
Selain mengangkat sejarah berdirinya adat istiadat kehidupan masyarakat, keikutsertaan generasi muda, lanjut Edi, diharapkan mampu mempersegar kegiatan tersebut serta meneruskan tradisi Kecamatan Muara Muntai.
“Semoga festival ini bisa menjadi salah satu even tingkat kecamatan. Memang saat ini kita sedang melakukan evaluasi berkaitan dengan EIFAF yang dipadukan dengan Erau tiap tahun di ibukota kabupaten,” tuturnya.
Camat Muara Muntai, Muhammad Dahlan berharap turut sertanya desa-desa yang ada di Kecamatan Muara Muntai untuk bisa berkolaborasi pada festival ini. “Festival ini bisa menjadi contoh bagi kecamatan lainnya, serta memotivasi setiap desa untuk bergabung melaksanakan festival ini,” pungkasnya. (rf218)