Ibunda Ahmad, Lilis Lisdawati, mengatakan dua hari lalu Hemoglobin (HB) anaknya itu sempat turun sehingga harus segera melakukan transfusi darah. Ahmad diketahui baru saja mendapatkan ruangan di kelas III Rumah Sakit AW Sjahranie Samarinda. Baru diukur dan ditimbang berat badannya saja, belum mendapatkan penanganan apa-apa seperti transfusi darah dan sebagainya,” katanya saat dikonfirmasi Koran Kaltim.
“Tapi anak saya tenang-tenang saja, tidak rewel. Ahmad ini tenang anaknya,” tegas Lilis menyatakan anaknya mampu bertahan dalam kondisi tersebut.
Setelah mendapatkan transfusi darah, Ahmad rencananya akan dioperasi untuk mengeluarkan cairan yang ada di kepalanya yang mengalami peningkatan tekanan pada otak yang mengakibatkan rusaknya jaringan otak dan gangguan fungsi otak.
Untuk tindakan operasi , Lilis mengaku keberatan terkait mahalnya biaya operasi. Beruntungnya, ia menjadi peserta BPJS Kesehatan dan ada kerabat yang peduli dengan kondisi anaknya dengan menyisihkan sebagian uang untuk pengobatan putranya. “Syukurnya ada teman-teman ataupun orang di sekitar yang ikut membantu. Kadang ada yang langsung datang ke rumah, ada juga teman saya yang membantu lewat rekening, katanya saat ini masih dikumpulkan,” tuturnya.
Emi, kerabat Lilis yang juga menggalang dana bantuan untuk Ahmad mengatakan sejumlah uang yang terkumpul akan di sumbangkan pada Senin (13/8). Bagi masyarakat yang ingin meringankan beban pengobatan Ahmad bisa melalui rekening BNI 6406081986 atas nama Nur Laila Agustin atau menghubungi lewat 081350958889. (rf218)