Ketujuh anggota DPRD yang loncat partai untuk pemilihan legislatif (Pileg) 2019 mendatang itu kompak bergabung di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Sejauh ini, baru PAN yang mengusulkan untuk PAW Sarpin. Sementara Hanura dalam minggu ini akan mengusulkan PAW karena masih berproses di DPD Hanura Kaltim dan DPP Hanura.
“Untuk PAW, kami sudah ajukan ke Sekretariat DPRD. Penyerahan surat rekomendasi itu kami berikan hari ini (Senin kemarin, red),” kata Ketua PAN Kukar, Supriyadi saat dihubungi Koran Kaltim.
Menurutnya surat PAW itu diajukan karena Sarpin sudah memberikan surat pengunduran diri dari PAN sekitar dua minggu lalu. “Untuk komunikasi sampai sekarang baik-baik saja, Pak Sarpin kooperatif soal ini,” bebernya.
Supriyadi mengaku tidak mengetahui alasan Sarpin loncat ke PKB. Namun syarat untuk PAW ada tiga yakni meninggal dunia, pindah partai dan terjerat kasus hukum. “Pengantinya itu Pak Danu A,” jelasnya.
Diketahui Sarpin sendiri terpilih di Dapil IV yang meliputi Kecamatan Kota Bangun, Kenohan, Kembang Janggut, Tabang, Muara Wis dan Muara Muntai. Sarpin merupakan pendulang suara PAN di Pileg 2019 lalu.
Meski demikian, kata Supriyadi, PAN tidak khawatir kehilangan kursi di Pileg 2019 mendatang karena PAN memiliki banyak kader potensial yang bisa mendulang suara. “Pak Sarpin memang bukan kader murni, beliau simpatisan,” tegasnya.
Selain itu, dalam minggu ini Hanura Kukar juga akan mengajukan surat PAW bagi Siswo Cahyono dan Puji Hartadi. “Kami dalam minggu ini insya allah akan mengajukan surat PAW,” kata Ketua Hanura Kukar, Ishack Iskandar.
Saat ini proses pengajuan surat PAW masih berkutat di DPD Hanura Kaltim kemudian diajukan ke DPP Hanura di Jakarta. “Surat PAW dalam proses, ini lagi mengantar surat karena sebelum itu harus internal ke DPD dan DPP. Tapi Insya Allah dalam minggu ini akan dimasukkan,” jelasnya.
Proses PAW di Hanura sendiri memang cukup pelik mengingat adanya dua kubu di Hanura baik tingkat DPP. DPD hingga DPC. Di Kaltim Hanura terpecah menjadi dua kubu yakni Kubu Surpani dan Herwan Susanto.
Baik Puji maupun Siswo sudah mengajukan pengunduran diri ke Hanura vesi Herwan Susanto, di Kukar Ishack menjadi pengurus Hanura versi Surpani. Namun dalam proses pencaleg-kan, KPU menerima berkas kubu Surpani atau secara tidak langsung mengakui kubu Surpani di bawah kepemimpinan Oesman Satpo Odang sebagia Ketua DPP Hanura. “Intinya kami tidak masalah mereka mau ngapain, yang jelas belum ada surat pengunduran diri ke kami,” jelasnya.
Hanya, Lanjut Ishack, pihak tidak masalah dengan itu karena secara aturan bahwa keduanya memang harus diganti. “Untuk penganti Siswo itu Pak H Arifin, kemudian Puji digantikan Budi Utomo,” terangnya. (ami)