Hal yang menarik ialah cinderamata dari kota tertua di Amerika Utara, Meksiko. Mereka memberikan minuman tradisional kepada Putra Mahkota. Minuman itu mengandung alkohol. Putra Mahkota pun menerima hadiah itu dengan tersenyum.
Setelah saling bertukar cinderamata, delegasi peserta EIFAF menampilkan kesenian rakyat khas dari negara masing-masing. Putra Mahkota terlihat menikmati penampilan yang disajikan oleh seluruh peserta.
Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Sri Wahyuni sekaligus EIFAF 2018 Festifal Director mengatakan resepsi ini bertujuan untuk memperkenalkan para peserta bagaimana seni dan budaya Kutai Kartanegara, termasuk memperkenalkan Kesultanan Ing Martadipura sendiri. “Resepsi ini merupakan cara memperkenalkan para peserta kali ini kepada Kesultanan Kutai Kartanegara, yang mana juga menjadi bagian dari budaya Kukar,” jelasnya.
Ia pun telah menjelaskan tentang festival Erau yang diselenggarakan setiap tahun secara rutin kepada peserta EIFAF juga CIOFF, yang awalnya mereka hanya mengetahui kalau Erau ini baru berjalan selama enam tahun.
“Kita jelaskan kalau ini adalah festival yang secara rutin di gelar sudah sejak lama sampai sekarang menjadi festival internasional, kita jelaskan merata juga kita perkenalkan budaya kita yang ditampilkan pada pembukaan Erau kemarin,” pungkas Sri. (rf218)