“Insya Allah pertemuan dilaksanakan besok (Hari ini, Red),” kata warga Muara Badak, Abdillah.
Menurutnya, rapat ini merupakan salah satu gugatan warga pasca pertemuan di gedung Serbaguna Pemkab beberapa waktu lalu. “Semua warga Muara Badak diharapkan hadir dalam pertemuan itu,” bebernya.
Dalam pertemuan itu, warga menuntut tiga. Pertama, Warga Muara Badak diprioritaskan menjadi karyawan permanen PHS, sebab selama 50 tahun Vico Indonesia mengelola Blok Sangasanga, warga hanya bekerja sebagai tenaga kontrak.
Warga Muara Badak juga hanya dianggap budak sehingga dengan pergantian operator Blok Sangasanga dari Vico Indonesia ke PHS maka diharapkan tenaga kerja asal Muara Badak diprioritaskan. “Memang ada sebagian warga yang bekerja di Vico tapi itu tidak lebih dari 10 persen,” ungkapnya.
Tuntutan kedua adalah PHS wajib membangun perkantoran dan perumahan di Muara Badak agar Kecamatan Muara Badak bisa berkembang selayaknya Balikpapan dan Bontang. “Tuntutan ketiga adalah PHS wajib memprioritaskan kontraktor lokal,” harapnya. (ami)